Skip to main content

Domain Baru; "Menuju Jauh"


Finally!!!
Yeaaaaaaaaah!!

Rasanya saya ingin teriak-teriak ketika akhirnya domain menujujauh.com berhasil saya dapatkan. Bukan karena apa-apa, sih. Menuju Jauh ini udah kayak anak sendiri. Hihihi. Iya, masih ingat kan cerita sebelum saya berangkat ke Rinjani? Si Nauvel kasih hadiah buku kumpulan perjalanan yang saya posting di blog. Judulnya Menuju Jauh. Cerita lengkapnya ada di sini >> Bali - Lombok yang Bikin Nombok.

Kenapa Menuju Jauh?

"Menuju ‘jauh’ memberi kesempatan kepada sepi untuk menjadi ruang sempit dimana ‘diri’ bisa memberi koma, spasi, titik atau penanda apa saja. Seperti ditulis pada sebuah buku, bahwa menuju ‘jauh’ adalah kita bisa melihat hal baru yang ada di luar sekaligus yang ada didalam. Seperti pendaki melihat puncak untuk pertama kalinya." - Nauvael.

Dan website ini pun Nauvel yang gembor-gemborin. Karena bagaimanapun segala sesuatunya harus di-hak patenkan demi meminimalisir plagiarisme, right? Jangan sampai kayak si Acentris, yang punya jalanpendaki.com. Bertahun-tahun dia bangun web itu sendirian dan promosiin logo Jalan Pendaki. Eh, giliran udah tenar, tiba-tiba ada orang yang nggak bertanggungjawab bikin akun twitter @jalanpendaki. Kebayang nggak sih nyeseknya? Jabang bayi yang kamu lahirin, kamu urusin sampai besar tiba-tiba diculik orang :"(

Saya akhirnya membuat website ini juga twitternya. Saya harap kedepannya tulisan-tulisan di blog ini akan semakin berbobot dan informatif, ya. Traffic Blog juga terus meningkat. Lalu saya semakin terkenal. Wuahahahaha :D Ah iya, saya akan tetap bercerita tentang perjalanan dan kegalauan saya dengan orang-orang baru.

Terimakasih juga untuk Fachri yang mengurus segala kepindahan dari agitavioly.blogspot.com menjadi www.menujujauh.com. Tugas kamu belum berakhir di sini loh Ri, masih ada design web yang menanti untuk diganti! :)

Dan kamu!
Pembaca setia yang paling dicinta... Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca. Blog ini lahir Januari 2009 dan punya nama mulai Maret 2014. Nggak kerasa udah lima tahun :")
Kamu sering-sering kirim komen, ya! Kirim paket bunga atau kirim makanan juga boleh :)



Salam Kenal ya :)

Comments

  1. Salam kenal juga ya
    Seneng baca ceritanya... seru dan pe'a

    ReplyDelete
  2. Selamat dek citah buat "menuju jauh" nya. Selamat menulis dan hasilkan banyak karya. Aamiin :)

    ReplyDelete
  3. mantap dah mba,,baru baca dan kaya nya bsk langsung beli bukunya dah haha

    ReplyDelete
  4. mantap gan buat artikelnya dan sangat menarik

    ReplyDelete
  5. terimakasih bos infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  6. bagus sob buat infonya dan semoga bertambah sukses

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kebodohan di Situ Gunung

Posisi yang sudah di Bogor usai berbagi inspirasi ke adik-adik Smart Ekselensia tidak membuat saya dan Hanis langsung pulang ke Bekasi begitu saja. Kami lantas melanjutkan perjalanan ke Sukabumi dengan menggunakan Kereta Pangrango yang kebetulan hanya seharga duapuluh lima ribu rupiah. Pemandangan di sepanjang rel yang baru aktif kembali ini menyuguhkan hamparan sawah dan ladang hijau. Arus sungai yang amat deras juga menemani perjalanan yang memakan waktu dua jam ini.

Jogjakarta dan Angkringan Wijilan

Stasiun Lempuyangan Saya kembali berada di dalam kereta menuju Jawa, tepatnya Lempuyangan, Jogjakarta. Kereta dengan tarif delapan puluh lima ribu rupiah ini terasa begitu panas, entah memang suhu bumi yang semakin naik atau memang keadaan gerbong kami yang memprihatinkan. Kebetulan saat itu kami mendapat gerbong paling belakang dengan air conditioner yang terlihat begitu lemah. Kembali ke Jogjakarta, namun dengan tim dan tujuan yang berbeda. Kalau biasanya Jogja hanyalah tempat untuk transit sebelum mendaki gunung, kali ini saya dan tim akan menghabiskan waktu di Jogja selama tiga malam tanpa harus memikirkan kerjaan kantor yang menggunung. Ini adalah kesempatan dimana kami dapat me-refresh pikiran untuk kembali menjadi sebuah tim yang solid dengan semangat baru.

Tragedi H-40 Menjelang Pernikahan

Foto diambil tahun 2013. Saat punggung nyeri karena naik gunung bawa beban berat. Premenstrual syndrome membuat saya menjadi perempuan yang menyebalkan. Hari itu, ibu membangunkan saya lebih pagi, agar bergegas menyiapkan sarapan dan berangkat ke kantor. Namun sikap malas saya membuat ibu jengkel dan menggerutu. Alih-alih bertengkar dan merusak suasana pagi, ibu memilih untuk bermain bersama anak bungsu dan cucu pertamanya, membiarkan saya yang tubuhnya seperti sapi gelonggongan ini teronggok di atas kasur, menahan perut yang mulai mulas tak karuan. Kakak saya yang baru belajar online shop tiba-tiba mengetuk pintu kamar. "Apa?", tanya saya sekenanya. Ia bertanya, apakah saya memiliki kardus untuk packing cheese-stick yang dijualnya. Ia sedang membutuhkan kardus ukuran besar untuk packing cheese-stick seberat 20 kilogram. Dengan ketus saya menjawab, "Nanya kardus ke saya. Memangnya saya pemulung?"