Skip to main content

Daihatsu dan Kopi, Sahabat Petualang Sejati

Jika mendengar sebuah kata; Kopi, apa yang terlintas di benak Sahabat Petualang sekalian?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, kopi adalah pohon yg banyak ditanam di Asia; Amerika latin, dan Afrika, kemudian  buahnya digoreng dan ditumbuk halus-halus dijadikan bahan pencampuran minuman. Sementara menurut saya, kopi adalah nikmat Tuhan yang tersebar di seluruh dunia, terutama Indonesia. Kopi merupakan lambang persahabatan, lebih tepatnya sebagai sahabat petualang sejati. Se-meriah apapun acara kumpul-kumpul, belum lengkap kalau belum ada kopi, bukan? Terlebih lagi untuk para pendaki dan peserta camping, acara api unggun pun belum terasa hangat jika belum mencicipi kopi khas daerah masing-masing. Setuju?

Bicara tentang kopi, Pemerintah menyebut Indonesia berpeluang menjadi produsen kedua terbesar di dunia. Daerah penghasil kopi yang paling terkenal di Indonesia terletak di Lampung. Namun ternyata tak hanya di Lampung saja, bakan produsen kopi tersebar luas disepanjang Pulau Sumatera. Selain keindahan alam yang terbentang dari Sabang sampai Bakauheuni, ternyata Sumatera juga merupakan surganya kopi di Indonesia. Sumatera as The Coffee Paradise. Dari kopi Lampung, kopi Luwak, kopi khas Mandailing, kopi Aceh beraroma Arabika dan segala macam kopi ada disini!

Hal ini pula yang menjadikan Pulau Sumatera sebagai target petualangan tim jurnalis beserta Daihatsu Terios 7-Wonders. Dengan mengendarai 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT, tim jurnalis beserta tim Daihatsu siap menjelajah dan mengeksplorasi keindahan alam Indonesia yang dimulai dari Pulau Sumatera. Perjalanan ini merupakan sebuah penggambaran brand Terios sebagai "Sahabat Petualang" sejati.

Dalam blog dan website resminya, tim jurnalis menceritakan perjalanan mereka bersama tim Daihatsu yang dimulai pada tanggal 10 Oktober 2012. Setelah melintasi perjalanan laut dari Merak ke Bakauheuni selama 3 jam, tim segera melaju dengan Daihatsu Terios 7-Wonders menuju ke kota Lampung. Kemudian bergerak menuju Liwa dan mencicipi kopi luwak khas Liwa. Inilah kenikmatan kekayaan kopi Indonesia yang pertama kali dikecap oleh tim. Secangkir kopi panas berikut kudapan pagi, merupakan penyemangat  tim Terios 7-Wonders untuk melanjutkan petualangannya, mengeksplorasi penangkaran Luwak serta menghirup aroma kopi dari perkebunan kopi yang terletak tidak jauh dari Danau Ranau.

Selama perjalanan, tim Terios7-Wonders akan mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera. Dalam perjalanan SUV 7-Seater Terios, akan teruji ketangguhannya di medan yang menyuguhkan karakter jalan yang bervariasi. Namun berkat ground clereance yang tinggi disertai dengan performa mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc, kenyamanan berkendara pun dapat diraih. Begitu pula dengan kenyamanan didalam kabin. Steering wheels with audio switch, menjadi salah satu fitur penunjang kenyamanan selama berkendara.


Melaju di jalanan lurus nan halus, melahap tanjakkan terjal, berkelok-kelok dijalur yang sempit dan licin, melintasi gunung dan sungai, dari kota hingga desa, sampai-samapai dihadang hujan lebat, tim Terios 7-Wonders tak kenal lelah untuk menaklukan Sumatera as The Coffee Paradise. Bergerak dari Lampung - Liwa - PagarAlam, kemudian menempuh rute Bengkulu – Bukittinggi melalui Padang, serta rute Mandailing Natal – Medan –Tarutung sampai akhirnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT berhasil menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 15 hari! Benar-benar layak disebut sebagai “Mobil Sahabat Petualang” , bukan?

Gelar sahabat petualang sejati tak hanya diberikan kepada kopi saja, Daihatsu Terios 7 pun layak mendapatkannya. Tunggu apalagi, segera miliki Daihatsu Terios 7 dan jelajahi keindahan alam Indonesia beserta berbagai macam kopi daerah yang terkenal sampai ke mancanegara! 


Bagi Sahabat Petualang sekalian, kamu juga bisa berpartisipasi dalam Kontes Blog yang diadakan oleh Daihatsu Terios 7. Bermacam hadiah menarik siap dibagikan buat kamu yang beruntung. Check This Out :)











Sumber : Kontes Blog Detik , Daihatsu Terios , KBBI Online

Comments

  1. Brow, Cara like nya gimana? di status FB kamu...?? atau ngasih rating aja di Blog??

    Trus sedikit saran sih. Anchor text kamu tuh kebanyakan, kayaknya pembaca jadi kurang nyaman. Terus secara SEO (Search Engine Optimazion) juga sangat gak dianjurkan. Keliatan maksa banget nyari Backlink tau. Apalagi ketauan banget yang di kasih anchor text, hanya kalimat yang itu-itu aja.

    Mendingan blogwalking trus nyari temen untuk berkunjung ke Blog kamu. Lebih aman...

    ReplyDelete
  2. sekarang udah mendingan belum mas? soalnya yang ada kata-kata tersebut disuruh di-link ke adminnya.

    ReplyDelete
  3. Mba Agita waktu Kopdar KokGituYa di GIIAS kemarin dateng gak??hehe...
    KGY mau ada kopdar di Bekasi nih,,,ada pengganti uang transport buat member yang dateng..cuma bingung nih blogger bekasi ngumpulinnya gmn yak???

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku udah sampai GIIAS tapi telat terus hapeku mati dan acaranya terlanjur sudah dimulai jadi langsung pulang :'(
      Langsung undang ke komunitas blogger bekasi aja mbak

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Tujuan dan Alasanmu Naik Gunung?

Mungkin banyak dari teman-teman yang masih bingung, untuk apa tujuan kalian naik gunung?  Beberapa biasa menjawab seperti ini : Mensyukuri nikmat Tuhan bahwa Alam Indonesia indah Menikmati ketinggian Bermain dengan awan Melihat pemandangan yang nggak bisa dilihat di kota Memaknai arti kehidupan yang sebenarnya Merasakan kesenangan tersendiri ketika sampai puncak Mengartikan apa itu kebersamaan Menghilang dari peradaban Bosan dengan rutinitas Olahraga Mencari jodoh Passion  Hobi Lifestyle Ikut-ikutan Atau ada tujuan lain dari naik gunung? Silakan diisi di kolom komentar :) Saya sendiri bingung ketika orang tua bertanya, "Untuk apa naik gunung? Sudah melelahkan, beresiko pula. Bagaimana kalau hilang? Dimakan binatang? Meninggal karena kedinginan?" Saya hanya bungkam dan berteriak dalam batin saya sendiri, bahwa takdir-Nya telah tertulis rapi di Lauhul Mahfudz. Setidaknya, saya selalu berhati-hati dalam menjalankan kegiatan apapun. Mungkin beberapa ...

Transformasi Universitas Negeri Yogyakarta dalam Mengedepankan Teknologi dan Pendidikan

Saya Agita Violy, seorang guru PAUD di sebuah kota kecil yang dikelilingi suara anak-anak, riuh tawa, dan mimpi-mimpi yang masih polos. Di ruang kelas sederhana itu, saya terus belajar. Belajar bukan hanya dari buku, tapi juga dari pertanyaan-pertanyaan lugu yang kadang justru mengajarkan saya tentang hidup. Suatu malam, setelah menidurkan anak dan menyelesaikan laporan pembelajaran, saya membuka laman Instagram Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) . Di sana, terpampang kabar tentang diluncurkannya Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang Magister dan Doktor . Seketika, hati ini berdegup. Apakah ini artinya saya, dan ribuan guru lain di penjuru Indonesia, bisa menggapai mimpi akademik tanpa meninggalkan ruang kelas kami? Menengok UNY: Sebuah Perjalanan dari Masa ke Masa Source: KuliahAja.id UNY bukan kampus asing di telinga. Namanya melegenda sebagai salah satu kampus pendidikan terbaik di negeri ini. Dahulu dikenal sebagai IKIP Yogyakarta, kini UNY telah bermetamorfosis men...

Tragedi H-40 Menjelang Pernikahan

Foto diambil tahun 2013. Saat punggung nyeri karena naik gunung bawa beban berat. Premenstrual syndrome membuat saya menjadi perempuan yang menyebalkan. Hari itu, ibu membangunkan saya lebih pagi, agar bergegas menyiapkan sarapan dan berangkat ke kantor. Namun sikap malas saya membuat ibu jengkel dan menggerutu. Alih-alih bertengkar dan merusak suasana pagi, ibu memilih untuk bermain bersama anak bungsu dan cucu pertamanya, membiarkan saya yang tubuhnya seperti sapi gelonggongan ini teronggok di atas kasur, menahan perut yang mulai mulas tak karuan. Kakak saya yang baru belajar online shop tiba-tiba mengetuk pintu kamar. "Apa?", tanya saya sekenanya. Ia bertanya, apakah saya memiliki kardus untuk packing cheese-stick yang dijualnya. Ia sedang membutuhkan kardus ukuran besar untuk packing cheese-stick seberat 20 kilogram. Dengan ketus saya menjawab, "Nanya kardus ke saya. Memangnya saya pemulung?"