Skip to main content

Semeru Mountain, a Hidden Paradise From East Java

Postingan ini ditulis demi memenuhi tugas kuliah :)



Semeru Mountain is the highest volcano in Java, with its peak Mahameru at the 3676 meters above sea level. It takes approximately four days to climb the peak of Semeru Mountain round-trip. To climb the Semeru Mountain can be started from the town of Malang or Lumajang. Then we go to the Tumpang Village by public transportation. After that, we must go to the first postal, they called Ranu Pane. We can go there by a jeep or vegetable truck in the back of the tumpang market with cost 35.000, - rupiahs for one person.

Using a vegetable truck or jeep, the journey starts from Tumpang to Ranu Pane, the last village at the foot of Semeru Mountain. Here there are checkpoints, there are also stalls and cottages. For climbers who bring tents are charged Rp 20,000, and if carrying a camera also be charged Rp 5,000,. In this post we can also look for the porters (local residents to help indicate the direction climbing, help us to bring our materiel and cooking). Climbers can also spend the night at the guard post. In Ranu Pane postal, there are two lakes who called Ranu Pane Lake and Ranu Regulo Lake. They located at the 2200 meters above sea level.

Having arrived at the gate "welcome", we can continue our journey to the left of  the hill. In addition to the usual route passed the climbers, there is also a shortway that usually used by local climbers, but this way is very steep. After walking about 5 km down a hillside overgrown with Edelweiss, we will arrive at Watu Rejeng. There are so many stone and very beautiful landscape to the valley and the hills, and is overgrown with fir and pine forest. Sometimes we can be seen the smoke from the top of semeru. To reach Ranu Kumbolo still have to travel about 4.5 km.

In Ranu Kumbolo, we set up a tent. Ranu Kumbolo is a lake with very clean water and has many fish. It has beautiful landscape, especially in the morning to watch the sunrise on the sidelines of the hill. Ranu Kumbolo located at an altitude of 2400 m with an area of 14 ha.


From Ranu Kumbolo, we should prepare as much water as possible. After leaving Ranu Kumbolo we must climb the steep hill, with beautiful views over the lake behind. In front of the hill, there is a grassland who called the oro-oro ombo. Oro-oro ombo surrounded by hills and mountains with beautiful views, wide meadows with pine forest. Sometimes, we can see the birds and deers. How beautiful it is!


After that, we will arrive at the next Post in Kalimati. They located at an altitude 2700 m. We can find a spring water source with a distance of 1 hour round trip. We can set a tent here. Or walking about 500meters to Arcopodo and set the tent there.

From Arcopodo to the top of Semeru takes 3 until 4 hours, past the dunes are very steep and easily degenerate. As a guide trip, at this point there are also several small triangular red flag. All of our materiel must left in our tent at Arcopodo or Kalimati. Climbing to the summit from the early morning at around 2.00 am from Arcopodo. There are so wonderful summit from the top of semeru mountain. We like standing on the cloud, with the beautiful sunrise and the cool breeze.
It’s really a hidden paradise from East Java!

Comments

Popular posts from this blog

Apa Tujuan dan Alasanmu Naik Gunung?

Mungkin banyak dari teman-teman yang masih bingung, untuk apa tujuan kalian naik gunung?  Beberapa biasa menjawab seperti ini : Mensyukuri nikmat Tuhan bahwa Alam Indonesia indah Menikmati ketinggian Bermain dengan awan Melihat pemandangan yang nggak bisa dilihat di kota Memaknai arti kehidupan yang sebenarnya Merasakan kesenangan tersendiri ketika sampai puncak Mengartikan apa itu kebersamaan Menghilang dari peradaban Bosan dengan rutinitas Olahraga Mencari jodoh Passion  Hobi Lifestyle Ikut-ikutan Atau ada tujuan lain dari naik gunung? Silakan diisi di kolom komentar :) Saya sendiri bingung ketika orang tua bertanya, "Untuk apa naik gunung? Sudah melelahkan, beresiko pula. Bagaimana kalau hilang? Dimakan binatang? Meninggal karena kedinginan?" Saya hanya bungkam dan berteriak dalam batin saya sendiri, bahwa takdir-Nya telah tertulis rapi di Lauhul Mahfudz. Setidaknya, saya selalu berhati-hati dalam menjalankan kegiatan apapun. Mungkin beberapa ...

Transformasi Universitas Negeri Yogyakarta dalam Mengedepankan Teknologi dan Pendidikan

Saya Agita Violy, seorang guru PAUD di sebuah kota kecil yang dikelilingi suara anak-anak, riuh tawa, dan mimpi-mimpi yang masih polos. Di ruang kelas sederhana itu, saya terus belajar. Belajar bukan hanya dari buku, tapi juga dari pertanyaan-pertanyaan lugu yang kadang justru mengajarkan saya tentang hidup. Suatu malam, setelah menidurkan anak dan menyelesaikan laporan pembelajaran, saya membuka laman Instagram Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) . Di sana, terpampang kabar tentang diluncurkannya Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang Magister dan Doktor . Seketika, hati ini berdegup. Apakah ini artinya saya, dan ribuan guru lain di penjuru Indonesia, bisa menggapai mimpi akademik tanpa meninggalkan ruang kelas kami? Menengok UNY: Sebuah Perjalanan dari Masa ke Masa Source: KuliahAja.id UNY bukan kampus asing di telinga. Namanya melegenda sebagai salah satu kampus pendidikan terbaik di negeri ini. Dahulu dikenal sebagai IKIP Yogyakarta, kini UNY telah bermetamorfosis men...

Tragedi H-40 Menjelang Pernikahan

Foto diambil tahun 2013. Saat punggung nyeri karena naik gunung bawa beban berat. Premenstrual syndrome membuat saya menjadi perempuan yang menyebalkan. Hari itu, ibu membangunkan saya lebih pagi, agar bergegas menyiapkan sarapan dan berangkat ke kantor. Namun sikap malas saya membuat ibu jengkel dan menggerutu. Alih-alih bertengkar dan merusak suasana pagi, ibu memilih untuk bermain bersama anak bungsu dan cucu pertamanya, membiarkan saya yang tubuhnya seperti sapi gelonggongan ini teronggok di atas kasur, menahan perut yang mulai mulas tak karuan. Kakak saya yang baru belajar online shop tiba-tiba mengetuk pintu kamar. "Apa?", tanya saya sekenanya. Ia bertanya, apakah saya memiliki kardus untuk packing cheese-stick yang dijualnya. Ia sedang membutuhkan kardus ukuran besar untuk packing cheese-stick seberat 20 kilogram. Dengan ketus saya menjawab, "Nanya kardus ke saya. Memangnya saya pemulung?"